Ada Passion dan Experential Learning bagaimana berkomunikasi secara efektif adalah gambaran suasana yang tersaji pada Pelatihan Duta Kampus Uniga 2017. Acara yang digelar pada 21 Desember 2016, pukul 09.00 sampai 16.00 di Aula Magister Manajemen tersebut terselenggara atas kerjasama P3MB, Kemahasiswaan dan P2KPK Universitas Gajayana Malang.

Mengambil tema “Optimalisasi Pengembangan Diri, Berkontribusi Bagi Negeri,” acara yang diikuti sekitar 50 mahasiswa dari unsur penerima beasiswa, pengurus HMJ, BEM dan UKM Universitas Gajayana Malang dibuka secara langsung oleh Dr. Umi Muawanah, M.Si., Ak. Dalam sambutannya, perempuan berjilbab yang juga menjabat Wakil Rektor I Bidang Akademik ini berharap agar mahasiswa yang terpilih mengikuti “Pelatihan Duta Kampus” benar-benar memanfaatkan kesempatan ini secara optimal. Momentum yang sayang untuk dilewatkan terutama bagi pengembangan soft skill mahasiswa, baik sebagai bekal menjalanai proses perkuliahan maupun memenangkan kompetisi di dunia kerja kelak. “Konsep “Kampus Inggris” yang sedang diimplementasikan Uniga diharapkan semakin memperkuat kompetensi mahasiswa Uniga untuk menjadi pemenang. Saran saya, manfaatkan acara ini sebaik mungkin ” tambah Doktor Bidang Akutansi Lulusan Universtas Brawijaya tersebut.

bpk-juni

Sesi pertama pelatihan diawali dengan paparan bagaimana “Menjadi Mahasiswa Terdepan dan Berkarakter” oleh Dr. Djuni Farhan, S.E., M.Si. Sosok pribadi yang menyenangkan plus pengalaman panjang menjadi pembicara di berbagai forum terbukti mampu menghidupkan suasana pelatihan melalui joke-joke segarnya. Dalam pandangannya, salah satu teknik komunikasi yang cukup efektif untuk mempengaruhi khalayak adalah pleasure principle. Konsep dasar teknik ini tidak sekedar mengedepankan humor belaka dalam penyampaian materi. Tetapi bagaimana mengemas humor menjadi bernilai motivasi terhadap pemahaman materi. Lebih jauh menurut Wakil Rektor II yang membidangi Kemahasiswaan dan Kerjasama ini “Menjadi Mahasiswa Terdepan dan Berkarakter itu adalah proses yang berkelanjutan dan kampus akan memfasilitasi hal tersebut agar bisa menjadi terwujud secara kongkrit.”

demonstrasi-materi-bu-irfaniTema “Oral Effective Communication”pada sesi kedua sengaja dihadirkan untuk memperkuat pengetahuan peserta pelatihan tentang komunikasi efektif. Irfani Zukhrufillah, S.Sos., M.I.Kom, yang menjadi pemateri berupaya memberikan teknik-teknik dasar menjadi seorang Public Speaker. “Ada tiga hal yang harus dikuasai, yaitu: (1) teknik pengaturan nafas diafragma (2) pengaturan tempo dan jeda suara, (3) pengaturan intonasi,” ungkap Dosen yang ber-home base di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Gajayana Malang tersebut. Sebagai seorang yang pernah berprofesi menjadi Penyiar Radio dan Televisi ini, tidaklah sulit mengarahkan para peserta untuk mempraktekan teori-teori yang telah disampaikan. “Ternyata bicara itu ada tekniknya, ya!” ungkap Niken, peserta dari Prodi Psikologi yang bercita-cita menjadi Psikolog.

Pasca break untuk sholat dan makan, Pelatihan Duta Kampus dilanjutkan Muhammad Asnan, S.Sos., M.I.Kom untuk berbagi kemampuan. Baginya, seorang Persuader dikatakan berhasil mempersuasi audiens (lawan bicara) apabila dia (audiens) mengikuti apa yang diinginkan komunikator (persuader). Bertajuk, “Persuasive Communication,” dosen muda yang juga Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Gajayana Malang ini, berupaya membekali peserta terkait perencanaan komunikator ketika hendak mempersuasi komunikan (audiens). Berbekal teori yang didapat, para peserta pelatihan diminta memperagakan bagaimana seharusnya berperilaku persuasive terhadap lawan bicaranya. “Pengetahuan tentang audiens, pemahaman terhadap perbedaan budaya audiens, serta ketepatan dalam memilih pola komunikasi merupakan langkah-langkah strategis yang harus disiapkan seorang komunikator.” Demikian paparan pemateri ketiga tersebut menutup penjelasannya.

Kemampuan bicara efektif dan persuasif untuk mempengaruhi audiens, pada gilirannya akan semakin optimal apabila diikuti dengan kemahiran dalam menjaga hubungan. Untuk kepentingan tersebut, penguasaan Maintenance Relationship menjadi hal prinsip yang harus dikuasai. Bertindak sebagai penyaji Maintenance Relationship adalah Risa Juliadila, S.Psi., M.Psi. Menurutnya, “dibutuhkan pemahaman yang baik dalam mengenali dan memelihara sebuah hubungan agar hubungan tersebut meningkat dan langgeng.” Hal yang cukup menarik pada sesi terakhir ini adalah disertakannya demonstrasi para peserta terkait bagaimana sejatinya sebuah hubungan harus dijaga. “Ternyata selama ini saya salah dalam memahami makna kata “ego,” faktanya terdapat ego anak, ego orang tua dan ego dewasa yang masing-masing harus diletakkan secara proporsional, sayang waktunya pendek” keluh seorang peserta dari Program Studi Akutansi angkatan 2014 yang mengaku bernama lengkap Nurul Hayati.

Di penghujung “Pelatihan Duta Kampus,” para peserta diminta melakukan self assessment tentang Kompetensi Komunikasi Interpersonal dan menuliskan “Kontrak Pengembangan Kompetensi” (KPK). Langkah ini merupakan bentuk komitmen peserta agar segera mulai menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dalam kehidupan nyata. KPK yang telah disepakati akan di asesmen P2KPK yang beranggotakan Para Psikolog dan Praktisi Komunikasi Universitas Gajayana Malang pada sekitar awal semester genap 2016/2017.

“Untuk diketahui bahwa peserta yang telah di asesmen akan memperoleh Sertifikat Kompetensi Komunikasi Dasar, yang sekaligus bisa berfungsi sebagai Sertifikat Pendamping Ijazah (SPI). Sertifikat ini merupakan salah satu modal berharga memenangkan persaingan di dunia kerja.” Demikian disampaikan Ketua P2KPK, Drs. Tri Wahyu Nugroho, M.Hum. Hal penting lainnya bahwa selama proses menjalankan Kontrak Pengembangan Kompetensi di bulan Desember sampai Awal semester Genap 2016/2017, peserta bisa berkonsultasi ataupun melakukan konseling dengan P2KPK sampai mereka (peserta pelatihan) benar-benar siap diasesmen,” pungkas pria yang akrab disapa Pak Wahyu ini. Menandai berakhirnya Pelatihan Duta Kampus adalah menyanyikan lagu syukur dan doa menjadi penutup acara. (zenl/mazn)

BEDA, CARA UNIGA MALANG DALAM PENGEMBANGAN SOFT SKILL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *